Oleh KH. DR. Amir Faishol Fath, MA

Allah swt membagi hidup manusia dengan dua tahap : dunia dan akhirat. Kata dunia berasal dari kata   دنا يدنو artinya dekat. Serba sementara, dan tidak lama. Di dunia, semua makhuk pasti berakhir. Tidak ada yang abadi. Oleh sebab itu, setiap kali membeli makanan atau obat-obatan selalu ditulis tanggal expaired. Artinya apapun di dunia akan musnah cepat atau lambat. Ini bukti bahwa, manusia harus cerdas.

 Nabi berdsabda : “orang cerdas adalah orang yang berhasil mengendalikan nafsunya dan menyiapkan hidup sesudah mati. الكيس من دان نفسه وعمل لمت بعد الموت . Maka ia akan menyiapkan apa saja yang akan dibawa pulang menuju kematian. Kematian adalah langkah awal pindah ke akhirat. Jadi, orang yang mati otomatis ia sudah mengalami Kiamat dan sudah pindah ke alam lain itulah barzah sebagai tahap awal dari kehidupan akhirat”

Adapun kata akhirat الآخرة artinya akhir kehidupan. Tidak ada mati lagi setelah itu. Syarat untuk pindah ke akhirat harus mati lebih dahulu, dan harus dunia dihancurkan. Peristiwa kematian dan hancurnya dunia disebut sebagai Kiamat.

 ada ungkapan yang sangat terkenal : “من مات فقد قامت قيامته” Siapa yang mati otomatis dia telah mengalami kiamat.

Segala penyesalan hanya berakhir di sana. Ia tidak bisa memperbaiki lagi apa yang telah ia lalui, Ketentuan Allah berlaku bahwa dunia, hanya untuk amal tanpa balasan. Adapun akhirat, tempat menuai balasan tanpa amal. Maka, hanya dengan bersungguhh-sungguh beramal baik selama di dunia kebahagiaan akhirat akan dicapai.

 Sungguh, celaka orang yang telah menyaia-nyiakan kesempatan hidup di dunia dengan dosa dan maksiat. Padahal, kehidupan dunia adalah tahapan persiapan untuk membangun akhirat. Tetapi, aying banyak orang tidak menyadari hakikat ini. Sehingga dunia hanya dilalui begitu saja tanpa makna untuk akhiratnya.

Allah swt. Berfirman :

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ

“  yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. (QS. Al Mulk :2) “

Takwa artinya bersungguh-sungguh melakukan amal yang paling baik “ahsanu amalaa” untuk menjadai bekal menuju akhirat. Orang yang cerfdas pasti  bertakwa. Sebab, ia tahu tabiat perjalanan.

Pepatah mengtakan : sedia payumg sebelum hujan. من عرف بعد السفر استعد  “Siapa yang tahu bahwa perjalan yang akan ditempuh sangat jauh maka pasti ia akan bersiap-siap”.

 Orang yang bertakwa, benar-benar menyadari bahwa perjalanan ini menuju akhirat. Maka ia benar-benar mempersiapkan amal salih sebaik-baiknya. Sebab hanya amal salih yang bisa bermanfaat kelak setibanya di akhirat.

Orang-orang kafir tidak beriman adanya alam akhirat. Baginya, kehidupan ini hanyalah dunia. Maka jadikan dunia sebagai tujuan. Ia lakukan segala cara untuk merebut dunia. Akibatnya,  ia pasti akan menyesal nanti setibanya di akhirat. Allah swt. berfirman :

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

Mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” ( QS. Al Mulk : 10)

Benar, orang-orang kafir itu menyesal. Karena selama di dunia mereka tidak menggunakan akalnya. Seandainya mereka mau berikir sejenak, niscaya mereka akan berkata bahwa alam semesta ini pasti ada yang punya. Dialah Sang pencipta. Lalu ia akan berkata : “sang pencipta pasti punya tujuan dan aturan. Sebab sebauh perusahaan saja mempunyai tujuan dan aturan”

 Dari sini ia akan mencari mana tujuan dan aturan hidup dia muka bumi ini. Kalau sejenak saja ia mau mencari pasti akan mendapatkan jawaban itulah Islam.

Takwa artinya ikut Islam dengan sebenar-benarnya secara lengkap. Bukan hanya ikut Islam di masjid sementara di kantor ikut hawa nafsu. Bukan hanya menjadi muslim namanya saja, sementara perbuatannya tidak ada bedanya dengan orang kafir, seperti korupsi, menipu, berzina, makan riba dan sebagainya. Islam adalah jalan hidup secara utuh. Maka, jika ingin manjadi seorang muslim jadilah muslim yang lengkap, Inilah makna ayat : 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً  ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“ Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”  ( QS. Al Baqarah 208)

Leave a Reply

Your email address will not be published.