Sering kali kita mengartikan cinta dan kasih sayang kepada anak dengan memberikan apa yang disenanginya. Bahkan demi apa yang diinginkan anak, banyak orang tua yang sampai menjual tanah ataupun rumah. Jika memang benar-benar dibutuhkan untuk biaya sekolah atau pendidikan sebagai bekal masa depannya, hal ini masih wajar-wajar saja. Sayangnya tidak sedikit dari orang tua yang hanya ingin memanjakan anaknya dengan PS (video game), motor atau mobil, dengan kondisi yang pas-pasan mereka harus dan terpaksa menjual barang yang paling berharga dalam hidupnya. Mereka akan melakukan apa saja yang bodoh jika apa yang diinginkan tidak tercapai. Anak yang biasa dimanjakan dengan materi ia tidak akan pernah faham apa sebenarnya uang itu. Mereka tidak pernah mau tahu bagaimana capeknya mencari uang dan bagaimana cara menggunakannya dengan baik.

                Ada kesalahan besar bagi orang tua dalam mendidik anak. Dalam acara OPRAH yang ditayangkan metro TV dengan tema True Love for children, beberapa orang tua mengeluhkan sikap anaknya yang setiap apa yang ia inginkan harus diwujudkan pada saat itu juga. Hal ini bermula karena sejak kecil apa saja yang diinginkannya langsung diberikan tanpa melihat harga dan pentingnya barang. Ada lagi seorang ibu yang menceritakan karena besar rasa cinta dan sayangnya kepada putrinya, ia memakaikan giwang bertahtakan berlian dengan harga $70.000 (hampir 1 milyar rupiah). Hal ini malah menanamkan jiwa material dan akan memberikan dampak yang sangat buruk terhadap hubungan cinta antara anak dan orang tua dan anak. Mereka akan memahami jika tidak diberikan apa yang diinginkan, orang tuanya sudah tidak sayang lagi. Pemahaman ini akan membuat mereka dapat melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang ia inginkan.

                Pemahaman anak tentang uang tentunya berbeda dari waktu ke waktu. Dari usia 0-2 tahun si kecil hanya tahu bahwa uang itu hanya coin mainan menarik, kadang ia lempar, kadang pula dimasukkan kedalam mulutnya. Setelah 2 tahun si kecil mulai tahu bahwa itu adalah sebuah hadiah kecil yang diberikan kakek, nenek, om dan tantenya. Semakin hari anak akan tahu kalau uang bisa mendapatkan permen dan mainan. Kemudian lama-lama ia mengerti ternyata uang adalah alat untuk membeli kebutuhan sekolah, makan, minum dan pakaian. Pastinya ia akan faham ternyata dengan uang orang bisa memiliki apa saja yang ia mau. Bersamaan dengan perkembangan anak setiap detiknya, maka di setiap detik itu pula orang tua harus bisa mendidik dan memberikan bimbingan agar anak tidak salah memahami hakikat uang dan penggunaannya.

Arti uang bagi anak

Saat ini anak-anak kita terancam kecanggihan globalisasi dan di serang berbagai media iklan, khususnya iklan-iklan bisnis perdagangan. Mulai dari iklan mainan TOYS yang setiap hari semakin canggih dan modern, iklan minuman dan makanan yang menggiurkan lidah dan lain sebagainya. Karenanya para orang tua saat ini harus memastikan apakah anak-anaknya mampu mengambil keputusan yang baik dalambelanja dan bisa membedakan mana yang pantas dibeli dan mana yang tidak. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan pemahaman yang benar tentang uang bagi anak sejak dini, sebelum presepsi salah masuk kedalam otaknya. Ada beberapa cara memberikan pemahaman tentang uang dan penggunaannya:

Pertama:

Mengajak mereka ikut dalam musyawarah keuangan keluarga, khususnya bagi anak pada usia mampu memahami pemasukan uang keluarga dan pengeluarannya. Hal ini agar ia tahu berapa banyak uang yang di miliki keluarga dan bagaimana membelanjakannya dengan baik sesuai kebutuhan yang penting bagi keluarga. Jika ia faham paling tidak ia tidak akan minta jajan lebih dari budget keuangan keluarga. Dengan demikian ia mengerti tentang kebersamaan dalam keluarga bahwa banyak kebutuhan bersama yang harus diutamakan daripada untuk dirinya sendiri.

Kedua:

Menjelaskan bahwa tidak semua yang di inginkan harus di beli. Ceritakan tentang perbandingan waktu orang tua kita dahulu dengan zaman sekarang, manusia pada kedua zaman tersebut tetap bisa bertahan hidup. Meski dulu serba kekurangan dan tidak instant tapi mereka tetap hidup bahagia. Mengapa kita tidak bisa menahan diri dari sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk di beli?. Karenanya kita harus pastikan pentingnya kebutuhan barang yang dibeli anak agar terhindar dari pemborosan. Ketika kita hendak membeli kebutuhan keluarga, ajak anak dalam musyawarah untuk memilihdan membelinya agar mereka faham bahwa tidak semua yang kita lihat harus di beli, tapi kita harus pandai memilih yang terpenting.

Ketiga:

 Dalam memberikan uang pada anak ada dua hal penting: 1- jangan berikan uang jajan yang jumlah yang besar lebih dari kebutuhannya, agar ia tahu bahwa untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar itu sulit. 2- setiap anak mempunyai keunikan yang berbeda, masing-masing mempunyai keputusan dan persepsi yang berbeda pada uang jajan yang diberikan. Jangan menganggap semua anak sama jajanannya dengan anak yang lain, karena yang penting adalah mereka mengerti bagaimana membelanjakan uang dengan baik.

Memberikan uang jajan bertahap

Awalnya si kecil hanya faham bahwa uang hanyalah coin kecil yang diterima pada saat ia menginginkan sesuatu yang kecil. Namun lambat laun ia belajar dan mengetahui pentingnya uang, dari sini ia mulai meminta uang pada waktu dan jam tertentu dari harian, mingguan dan bulanan. Maka uang jajan yang mereka pegang meskipun sedikit tapi ia harus tahu:

  1. ada rasa tanggung jawab untuk membelanjakannya dengan baik.
  2. Memprioritaskan belanjaan yang penting.
  3. Menjauhi jajanan yang tidak penting dan uangnya ditabung.
  4. Sikap kebersamaan dan menjauhi sikap egois, berbagi dengan teman-teman terutama pada mereka yang tidak mampu.
  5. Berbagi pada sesama, uang yang diberikan orang tua bebas ia gunakan untuk semua kebaikan dengan perasaan senang dan cinta kepada orang lain.

                Adapun jajan yang diberikan kepada anak pastinya sesuai dengan keuangan keluarga, dan meskipun Allah memberikan pemasukan yang lebih tapi hendaknya tetap bersikap bijak dalam memberikan yang terbaik untuk masa depan anak.

Hal-hal yang harus dihindari dalam kebijakan-kebijakan pemberian uang pada anak:

  1. Jangan jadikan uang sebagai alat untuk hukuman atau ganjaran, agar anak tidak merasa bahwa uang adalah satu-satunya senjata yang dimiliki orang tuanya.
  2. Katakan “tidak” jikaanak minta uang jajan tambahan selain waktu yang biasa diberikan.
  3. Jadilah contoh yang baik dalam berbelanja, catat yang terpenting untuk dibeli dan jangan langgar apa yang sudah dicatat.
  4. Jangan bisakan memberikan upah atas pekerjaan rumah yang dilakukan. Karena rumah untuk semua dan semua bertanggung jawab akan keindahan dan kebersihan rumah, semua bekerja tanpa pamrih dalam rumah.
  5. Anak harus tahu bahwa uang jajan yang diberikan adalah semata hadiah yang harus digunakan sebaik mungkin

Oleh Ustadzah Dia Hidayati, M.A.

Leave a Reply

Your email address will not be published.